Twitter Daftarkan PSE Kominfo Di Hari Terakhir, YouTube Belum

Twitter Daftarkan PSE Kominfo

Hari terakhir atau tanggal efektif pendaftaran PSE swasta adalah 20 Juli 2022, kata Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO).

Jika masih belum terdaftar, keesokan harinya 21 Juli dan seterusnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan melaksanakan persetujuan pertama dalam bentuk teguran tertulis.

Sementara itu, platform Twitter masuk dalam daftar PSU asing, bukan YouTube, berdasarkan pantauan di laman pse.kominfo.go.id sekitar pukul 15.50 hari ini.

Samuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebelumnya mengatakan Comino menyediakan tim teknis untuk membantu pendaftaran.

“Untuk pendaftarannya kita permudah, (asalkan) kalau teman-teman PSE kesulitan, kita support, kita bantu.

Kemarin ada karena ada yang tidak paham, misalnya kita bimbing,” ujarnya saat jumpa pers di Media Center Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (19) ”Pendaftaran PSE Swasta Lingkup Efektif tanggal”. 20/07/2022).

Menurut Samuel, pemerintah juga sedang memikirkan opsi lain jika PSU swasta bisa mengikuti proses pendaftaran hingga batas waktu 20 Juli 2022, yakni setiap PSU dapat mengajukan pendaftaran manual.

“Jadi kami ingin membantu mereka sampai opsi terakhir, jika ada kendala dari sistem atau ketika ada jaringan keluaran kirimkan saja manualnya. Namun setelah itu akan dilanjutkan dengan pendaftaran resmi melalui OSS , ” Mereka berkata.

Sedangkan untuk PSU swasta yang belum terdaftar hingga batas waktu yang ditentukan, Comino akan memantau trafik masing-masing platform digital dari level terbesar di Indonesia.

“Kami akan melakukannya dulu dengan trafik terbesar di Indonesia, 100 trafik terbesar di Indonesia, 1.000 trafik terbesar di Indonesia, 10 ribu trafik terbesar di Indonesia.

Kita punya kemampuan melihat trafik berdasarkan banyaknya aplikasi yang ada di Indonesia, jadi mengenai pembatasan, langkah-langkahnya ada peringatan tertulis, lalu ada denda, dan terakhir pemutusan akses sementara, ” pungkas Samuel.

Sementara itu, Google yang juga merupakan induk dari YouTube telah membuka suaranya terhadap daftar PSU asing yang belum memiliki platform.

Seorang perwakilan Google mengatakan kepada , Rabu (20/7/2022), “Kami menyadari perlunya mendaftar dengan aturan yang relevan, dan akan mengambil tindakan yang tepat dalam upaya untuk mematuhinya.”

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *